Corporate Social Responbility ( CSR ) Indonesia
Banyak pihak yang menganggap CSR adalah sebuah Charity – kedermawanan atau sumbangan. Menurut (CSR: Meeting Changing Expectations, 1999). CSR adalah komitmen yang berkesinambungan dari kalangan bisnis, untuk berperilaku secara etis dan memberi kontribusi bagi perkembangan ekonomi, seraya meningkatkan kualitas kehidupan dari karyawan dan keluarganya, serta komunitas lokal dan masyarakat luas pada umumnya.
Ada dua sisi dari kegiatan CSR ini, yaitu kegiatan positif dan negatif. Kegiatan positif dapat berarti perusahaan melakukan sesuatu hal yang positif dan tidak mengambil keuntungan sama sekali dari kegiatan tersebut. Contohnya : perusahaan memberikan training kepada pengangguran, dari kegiatan ini perusahaan tidak mendapatkan keuntungan sama sekali. Sedangkan dari sisi negatifnya berarti perusahaan bisa menahan diri untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan tertentu, yang sebenarnya menguntungkan dari segi bisnis tetapi akan merugikan masyarakat atau sebagian masyarakat. Kegiatan-kegiatan itu bisa membawa keuntungan ekonomis tapi perusahaan mempunyai alasan untuk tidak melakukannya.
Sekarang, seiring dengan makin kompleksnya kepemilikan sebuah usaha, Konsep CSR menjadi meluas maknanya, salah satunya adalah “Niat baik dan Komitmen dari perusahaan untuk memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, keberlanjutan pengembangan masyarakat, ekonomi lokal sehingga memberikian kontribusi juga terhadap keberlanjutan perusahaan. Kegiatan tersebut dilakukan bekerjasama antara perusahaan dengan karyawan, keluarga mereka, komunitas lokal (masyarakat), dan lingkungan secara luas dalam” ( Nurdizal M. Rachman-2005).
Namun, upaya penerapan CSR sendiri bukannya tanpa hambatan. Dari kalangan ekonom sendiri juga muncul reaksi sinis. Ekonom Milton Friedman, misalnya, mengritik konsep CSR, dengan argumen bahwa tujuan utama perusahaan pada hakikatnya adalah memaksimalkan keuntungan (returns) bagi pemilik saham, dengan mengorbankan hal-hal lain. Dan hal ini membuat kebingungan dalam penerapan CSR dalam kebijakan perusahaan.
Ada juga pihak yang beranggapan bahwa kegiatan CSR memiliki keuntungan komersial tersendiri dibaliknya, yaitu, mengangkat reputasi perusahaan di mata publik ataupun pemerintah. Dan hal ini akan menaikan image dari perusahaan tersebut sehingga perusahaan akan mendapatkan keutungan dalam jangka panjang. Contohnya supaya lebih banyak perusahaan yang berperilaku mulia, pemerintah perlu memberikan fasilitas. Salah satunya berupa insentif perpajakan. Bentuknya bisa tax exception (pengecualian pajak) atau tax deduction (pengurangan pajak). Insentif pajak akan mendorong perusahaan lebih agresif mengembangkan program CSR.
Contoh kegiatan Coorporate Social Responbility
Indonesia Belajar
Your browser may not support display of this image.
Berangkat dari pemikiran bahwa generasi muda merupakan tulang punggung masa depan bangsa, sejak tahun 2004 Indosat melaksanakan program CSR yang berfokus pada pendidikan dengan tema INDONESIA BELAJAR. Pendidikan dipilih dengan latar belakang kondisi masyarakat Indonesia yang menurut statistik dan hasil penelitian masih tertinggal jauh dengan negara lain. Padahal kunci peningkatan kualitas kehidupan bangsa terletak pada kualitas pendidikan masyarakatnya, khususnya generasi muda, untuk dapat meraih masa depan yang lebih baik.
ISMS
Indosat Science and Multimedia School
ISMS merupakan program Indosat dalam menyediakan sarana pembelajaran sains bagi sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Melalui program ini Indosat memberikan fasilitas pembelajaran berupa laptop, akses wireless broadband, projector (infocus) dan software modul pembelajaran. Kami berharap dengan program ini, sekolah-sekolah mendapatkan fasilitas multimedia yang dapat menunjang guru dan siswa untuk dapat lebih mudah dalam mempelajari dan mencintai sains. Dengan demikian, dapat tercipta generasi cerdas yang kita semua cita-citakan.
Dalam upayanya membangkitkan budaya inovasi di kalangan generasi muda nasional, Indosat membangun suatu wadah kompetisi dalam bidang teknologi wireless, Indosat Wireless Innovation Contest yang khusus diperuntukkan untuk para generasi muda. Program yang sudah berjalan selama tiga tahun ini ternyata cukup diminati oleh para kaum muda. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan jumlah peserta di setiap tahunnya dan pada setiap tema yang ada. Tak kurang dari 1000 karya anak negeri menjadi bukti semangat pemuda Indonesia untuk berkreasi dan berinovasi.
Prof. Dr. Suhono Harso Supangkat, Staf Khusus Menkominfo, sebagai salah satu juri dari kompetisi yang pernah diadakan, berpendapat, ”Karya-karya yang masuk ke meja juri sangat variatif dan concern pada inovasi. Proses solusi aplikatif yang ditawarkan pesertapun beragam, mempunyai suatu imajinasi. Kreatifitas tentu punya inovasi sehingga itu menghasilkan suatu produk baru atau layanan baru yang lebih baik. Karya peserta juga harus memiliki nilai originalitas, kemudahan dalam aplikasi, manfaat bagi masyarakat serta nilai ekonomis dalam implementasinya di masyarakat“.
Peningkatan Kompetensi Guru IPA dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Labo ratorium Serta Peningkatan Kecerdasan Matematika
Dalam upayanya meningkatkan kemampuan dan kompetensi para guru IPA dan Matematika, Indosat berkerjasama dengan tiga universitas di Sumatera Barat, yakni: Universitas Andalas, Universitas Bung Hatta, dan Universitas Negeri Padang, mengadakan program “Kompetensi Guru IPA dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Laboratorium serta Peningkatan Kecerdasan Matematika”.
Program yang telah berjalan selama dua tahun ini ternyata mendapat respon yang cukup baik, terlihat dari tingginnya jumlah peserta yang mengikuti program ini. “Diharapkan program ini dapat meningkatkan penguasaan guru terhadap fasilitas laboratorium dan membuat IPA dan Matematika menjadi pelajaran yang menarik & ditunggu-tunggu siswa”, ujar Prof. Yunazar M berpendapat mengenai program ini.
2 (dua) sekolah dasar unggulan untuk masyarakat Nangroe Aceh Darussalam
Sebagai kelanjutan dari berbagai program bantuan tanggap darurat bagi para korban bencana nasional tsunami, Indosat juga menyelenggarakan program bantuan jangka panjang dalam rangka menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Aceh berupa pendirian dua sekolah dasar di Aceh,yaitu:
Sekolah Dasar Unggulan (SDU) Iqro di Sigli
Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nurul Fikri, Aceh Besar
Ini adalah implementasi komitmen bantuan jangka panjang Indosat bagi generasi muda Aceh atas meningkatnya minat siswa terhadap aktifitas belajar mengajar, dan juga sebagai perwujudan atas komunitas masyarakat yang berkualitas baik secara pendidikan, mental, dan spiritual (akhlak).
Ibu Imas selaku PJ Kurikulum SDIT Nurul Fikri di Aceh Besar mengatakan,“Sekolah ini memberikan kesempatan kepada kami untuk memberikan sumbangsih berupa ilmu & ketrampilan bagi masyarakat Aceh”.
Kesimpulan
Dari data di atas maka menurut saya CSR merupakan sebuah program wajib sebagai bentuk dari rasa terima kasih perusahaan kepada masyarakat. Dari sisi perusahaan menurut saya CSR akan membebani perusahaan juga dan hal ini tidak memberikan keuntungan dalam jangka pendek. Akan tetapi perusahaan akan mendapatkan keuntungan dalam jangka panjang sebagai imbal balik dari masyarakat dan pemerintah. Bentuk keuntungan ini adalah image perusahaan akan naik dan hal ini akan memnciptakan loyalitas dari customer. Dari sisi masyarakat menurut saya CSR akan sangat membantu meningkatkan kesejahteraan dan kebaikan untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Kesimpulan saya, bahwa CSR sangat baik untuk bersama, baik perusahaan, masyarakat dan negara. Hal ini disebabkan proses CSR ini memberikan reaksi positif dari masyarakat dan pemerintah kepada perusahaan.







